Materi Tes Lnteligensia Umum (Tiu) Tes Pikiran Sehat Logis

FAST DOWNLOADads
Download

Penalaran Logis menguji penerima untuk mendayagunakan logikanya dalam memahami pernyataan ataupun isu yang diberikan. Pola yang dipakai dalam tes ini ialah penerima diminta memilih kesimpulan dari beberapa pernyataan singkat yang diberikan di soal. Peserta wajib menghindari perasaan (opini pribadi) dalam menuntaskan soal tersebut, alasannya ialah soal yang diberikan membutuhkan balasan dari hasil analisis secara logis.

TIPS:

  1. Pahami dan analisis setiap pernyataan yang diberikan di soal.
  2. Ambil kesimpulan logis sesuai dengan pernyataan yang telah diberikan di soal (fakta di soal).
  3. Kesimpulan yang diambil merupakan hasil analisis adonan dari semua pernyataan yang diberikan di soal.
  4. Hindari opini.
  5. Kerjakanlah sesuai fakta yang terdapat di pernyataan soal.
  6. Konsentrasi, fokus, rileks dan jangan panik.
  7. Pergunakan waktu sebaik mungkin alasannya ialah waktu pengerjaan sangat terbatas. 
    Artinya, Anda jangan terpaku pada soal yang sulit. Segera lewati soal tersebut sehabis memberi tanda bahwa belum dikerjakan dan beralihlah pada soal yang Anda rasa lebih mudah. Jika nanti ada sisa waktu pengerjaan maka kembalilah mengerjakan soal yang sudah Anda tandai.

TRIK:

  1. Pelajari teknik penarikan kesimpulan yang logis.
    1. Modus Ponens
    2. Pernyataan 1 : p ⇒ q 
      Pernyataan 2 : p 
      Kesimpulan : q 

      Contoh:
      Pernyataan 1 : 
      Jika Mandalika lulus ujian maka ia menerima beasiswa. 
      Pernyataan 2 : 
      Mandalika lulus ujian. 
      Kesimpulan : 
      Ia menerima beasiswa. 

    3. Modus Tollens
    4. Pernyataan 1 : p ⇒ q 
      Pernyataan 2 : -q 
      Kesimpulan : -p 

      Contoh :
      Pernyataan 1 : 
      Jika Mandalika lulus ujian maka ia menerima beasiswa. 
      Pernyataan 2 : 
      Mandalika tidak menerima beasiswa. 
      Kesimpulan : 
      Mandalika tidak lulus ujian. 

    5. Silogisme
    6. Pernyataan 1: p ⇒ q 
      Pernyataan 2: q ⇒ r 
      Kesimpulan: p ⇒ r 

      Contoh :
      Pernyataan 1 : 
      Jika Mandalika lulus ujian maka ia menerima beasiswa. 
      Pernyataan 2 : 
      Jika Mandalika menerima beasiswa maka biaya pendidikan menjadi ringan. 
      Kesimpulan : 
      Jika Mandalika lulus ujian maka biaya pendidikan menjadi ringan.

  2. Untuk soal yang tidak sanggup dikerjakan dengan memakai teknik penarikan kesimpulan di atas, maka Anda membutuhkan analisis pernyataan yang telah disediakan di soal sehingga sanggup menarik kesimpulan yang tepat. Oleh alasannya ialah itu, pelajari analisis insiden menurut Diagram Venn berikut.
    1. Semua A bersifat B

    2. Artinya:
      • Setiap anggota A mempunyai sifat menyerupai B.
      • Ada anggota B yang tidak mempunyai sifat menyerupai A.

    3. Ada C yang bersifat A dan B

    4. Artinya:
      • Setiap anggota C mempunyai sifat menyerupai A sekaligus/dan menyerupai B.
      • Ada anggota A yang tidak mempunyai sifat menyerupai B.
      • Ada anggota B yang tidak mempunyai sifat menyerupai A.

    5. A dan B tidak ada hubungan

    6. Artinya:
      • Kejadian saling lepas/tidak ada kekerabatan antara dua kejadian.
      • Tidak ada A yang bersifat B.
      • Tidak ada B yang bersifat A.

    7. Sifat tidak langsung

    8. Artinya:
      • Semua A bersifat B.
      • Semua B bersifat C.
      • Semua A bersifat C.

    9. Sifat irisan tiga kejadian

    10. Artinya:
      • D bersifat A, B, dan C.
      • Ada A yang tidak bersifat B dan tidak bersifat C.
      • Ada B yang tidak bersifat Adan tidak bersifat C.
      • Ada C yang tidak bersifat A dan tidak bersifat B.
      • Ada yang bersifat A dan B, namun tidak bersifat C.
      • Ada yang bersifat B dan C, namun tidak bersifat A.
      • Ada yang bersifat A dan C, namun tidak bersifat B.

  3. Bedakan makna "Semua/Setiap", "Beberapa/Ada/Sementara/Sebagian".
    • "Semua" mempunyai arti yang sama dengan "Setiap" Apabila suatu insiden melibatkan "Semua" berarti setiap anggota tersebut tanpa terkecuali.
    • "Beberapa" mempunyai arti yang sama dengan "Ada", "Sementara", atau "Sebagian".
      Apabila suatu insiden melibatkan "Beberapa" berarti hanya sebagian kecil anggotanya atau cukup disebut ada.

Contoh:


  1. Semua murid pandai berhitung dan sopan. 
    Asnan tidak sopan, tetapi pandai berhitung. 
    Kesimpulan ...
    1. Asnan ialah seorang murid yang pandai berhitung.
    2. Asnan ialah seorang murid yang tidak sopan.
    3. t
    4. Asnan ialah seorang murid yang pandai berhitung dan tidak sopan.
    5. Asnan ialah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung.
    6. Asnan ialah bukan seorang murid yang sopan.
Jawaban : D
Pembahasan:
Sangat terang bahwa Asnan ialah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung. 
Terlihat pada Diagram Venn berikut. 

A= sifat pandai berhitung 
B = sifat sopan 
C = murid yang bersikap pandai berhitung dan sopan 
Daerah arsiran menawarkan posisi Asnan sehingga Asnan ialah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung.
  1. Jika Lutfi lulus kuliah kurang dari atau sama dengan 4 tahun maka ia akan diterima bekerja sebagai karyawan perusahaan bonafit. 
    Jika Lutfi bekerja sebagai karyawan perusahaan bonafit maka honor pertamanya akan dipakai untuk sedekah. 
    Gaji pertama Lutfi tidak dipakai untuk sedekah. 
    Kesimpulan ...
    1. Lutfi menuntaskan studinya kurang dari 4 tahun.
    2. Lutfi menuntaskan studinya lebih dari 4 tahun.
    3. Lutfi bekerja di perusahaan bonafit.
    4. Lutfi menuntaskan studinya sempurna 4 tahun.
    5. Lutfi bekerja sambil sedekah.
Jawaban : B
Pembahasan:
Terdapat 3 pernyataan di soal maka selesaikan per langkah, yaitu setiap 2 pernyataan ditarik kesimpulannya. 
Pernyataan 1 dan 2 ditarik kesimpulan dengan memakai silogisme. 
Kesimpulan 1 dan pernyataan 3 ditarik kesimpulan simpulan dengan memakai modus tollens. 

Pernyataan 1: p ⇒ q 
Pernyataan 2: q ⇒ r 
Kesimpulan 1: p ⇒ r 
Pernyataan 3: -r 
Kesimpulan akhir: -p 

Dapat disimpulkan Lutfi menuntaskan studinya lebih dari 4 tahun.
FAST DOWNLOADads
Download
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url